JENIS BADAN USAHA DI INDONESIA DAN CETERIS PARIBUS

JENIS BADAN USAHA DI INDONESIA

 

1. BADAN USAHA MILIK NEGARA ( BUMN )

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan usaha tersebut adalah karyawan BUMN bukan pegawai negeri. Jenis-jenis BUMN yang ada di Indonesia  yaitu Perjan, Perum dan Persero. Berikut penjelasan dari masing masing jenis BUMN :

a.     Perusahaan Jawatan (Perjan)

Perjan adalah bentuk badan usaha milik Negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model Perjan karena besarnya biaya untuk memelihara Perjan-perjan tersebut. Contoh Perjan : perjan TVRI, KAI (kini menjadi PT) dan Bukit Asam Batu Bara.

Ciri-ciri perjan :

  • Bertujuan untuk melayani kepentingan masyarakat
  • Pemimpin dan karyawannta ditunjuk/diangkat oleh menteri dan berstatus PNS
  • Mendapat fasilitas dari negara
  • Perusahaan ini di bawah suatu departemen dan bertanggung jawab pada menteri
  • Seluruh modal dari APBN

b.    Perusahaan Umum  (Perum)

Perum adalah Perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, Perum dikelola oleh Negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada public (go public) dan statusnya diubah menjadi Persero. Contoh perum diantaranya adalah : Perum Pegadaian, Perum Jasatirta, Perum DAMRI, Perum ANTARA.

Ciri-ciri perusahaan umum antara lain :

  • Tujuan utamanya untuk melayani kepentingan umum sekaligus mencari keuntungan
  • Permodalan milik Negara dan dana yang diperoleh berasal dari pinjaman
  • Dipimpin oleh direksi
  • Memperoleh fasilitas Negara
  • Status pegawai adalah pegawai perusahaan negara
  • Bergerak pada usaha vital
  • Mempunyai fungsi social ekonomi
  • Berbadan hukum dan dapat dituntut dan menuntut berdasarkan hukum perdata

c.       Perseroan

Perusahaan perseroan, adalah perusahaan yang semua modalnya berbentuk saham, yang jenis peredarannya tergantung jenis saham tersebut. Perusahaan perseroan dikelola secara profesional. Biasanya, perusahaan-perusahaan ini mencantumkan namanya kedalam bursa efek untuk diperjual belikan.

Sedangkan Persero adalah salah satu badan usaha yang dikelola oleh Negara atau daerah. Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan Negara yang dipisahkan berupa saham-saham.

Berikut merupakan ciri-ciri  dari suatu Persero :

  • Tujuan utamanya mencari laba (Komersial)
  • Modal sebagian atau seluruhnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan yang berupa saham-saham
  • Dipimpin oleh direksi
  • Pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta
  • Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (Persero)
  • Tidak memperoleh fasilitas negara

Contoh perusahaan yang mempunyai badan usaha Persero antara lain:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  • PT Garuda Indonesia (Persero)
  • PT Angkasa Pura (Persero)
  • PT Perusahaan Pertambangan dan Minyak Negara (Persero)
  • PT Tambang Bukit Asam (Persero)
  • PT Aneka Tambang (Persero)
  • PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)
  • PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
  • PT Pos Indonesia (Persero)
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero)
  • PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)

2. BADAN USAHA MILIK SWASTA  ( BUMS )

Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang- bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak.

Perusahaan Persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Ada 3 bentuk perusahaan persekutuan, yaitu Firma (Fa), Persekutuan komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) dan Perseroan terbatas (PT). Berikut penjelasan dari masing masing jenis BUMS :

  1. a.    Firma ( Fa )

Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih, tiap tiap anggota bertanggung jawab penuh terhadap kewajiban perusahaan. Pendirian sebuah firma dilakukan dengan membuat akta perjanjian didepan Notaris. Perjanjian tersebut memuat antara lain nama pendiri Firma, cara pembagian keuntungan, serta waktu mulai dan berakhirnya perjanjian.

ciri-ciri firma :

  • Dibentuk antara dua orang atau lebih dengan menggunakan nama bersama.
  • Tanggung jawab anggota firma tidak terbatas
  • Modal diperoleh dari penyerahan sebagian atau seluruh kekayaan pribadi

Keunggulan Firma adalah :

  • prosedur pendirian mudah
  • kemampuan financial lebih besar
  • setiap keputusan diambil bersama sehingga dimungkinkan adanya
  • keputusan yang lebih baik.
  • Status hukum jelas
  • Adanya pembagian kerja diantara anggota
  • Sesuai dengan kecakapan serta keahliannya masing-masing.Kelemahan Firma :
  • Adanya tanggung jawab tak terbatas atas utang-utang perusahaan
    • Kontinuitas Firma kurang terjamin, karena keluarnya salah satu anggota berarti Firma bubar
    • Kekurangcakapan salah satu anggota menimbulkan kerugian atas Firma, yang menimbulkan anggota lain turut menanggung.
    • awan konflik internal, yaitu ketegangan diantara anggota Firma yang dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

 

b. Persekutuan Komanditer (Commanditaire vennotschap-CV)

CV adalah suatu badan usaha yang didirikan oleh dua sekutu orang atau lebih, seebgaian merupakan sekutu aktif (perseroan pengusaha) dan sebagian merupakan sekutu pasif (persero pasif). Sekutu aktif adalah mereka yang menyertakan modal sekaligus menjalankan usaha. Sedangkan sekutu pasif adalah mereka yang menyertakan modal dalam usaha.
Sekutu aktif bertanggung jawab penuh dengan seluruh kekayaan terhadap utang-utang perusahaan, sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan. Cara pendirian C.V sama dengan pendirian Firma.

Ciri-ciri Persekutuan komanditer :

  • Dibentuk antar satu atau bebreapa orang yang memprcayakan uang nya kepada satu orang atau beberapa orang yang menjalankan usahanya
  • Terdiri dari sekutu komanditer dan sekutu komplementer
  • Sekutu komanditer atau pasif adalah orang yang memberikan modalnya dan tidak menjalankan perusahaan
  • Sekutu komplementer atau sekutu aktif adalah orang yang menjalankan perusahaan
  • Tanggung jawab sekutu komanditer sebesart modal yang ditanamkan

Keunggulan C.V. adalah :

  • Pendiriannya mudah
  • Modal yang dikumpulkan banyak
  • Kemampuan untuk mendapatkan kredit lebih besar
  • Kesempatan ekspansi lebih besar
  • Manajemen dapat diverifikasikan

Kelemahan C.V adalah :

  • Tanggung jawab yang tidak terbatas oleh sekutu aktif
  • Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin
  • Sukar untuk menarik kembali investasinya

c. Perseroan Terbatas (PT)

PT adalah badan usaha yang modalnya terbagi atas sero (saham), tanggung jawab terhadap kewajiban/utang bagi perusahaan bagi para pemiliknya hanya terbatas sebesar sero yang dimiliki. Ada dua macam perseroan terbatas yaitu PT tertutup dan PT terbuka. PT tertutup adalah PT yang pemegang sahamnya terbatas dikalangan tertentu misalnya dikalangan keluarga. PT terbuka (sering juga disebut PT yang go public) adalah PT yang saham sahamnya dijual umum.

Ciri-ciri perseroan terbatas (PT):

  • Bertujuan mencari keuntungan
  • Mempunyai fungsi komersial dan ekonomi
  • Tidak memperoleh fasilitas Negara
  • Dipimpin oleh direksi
  • Pegawainya berstatus pegawai perusahaan swasta
  • Pemerintah sebagai pemegang saham
  • Hubungan usaha diatur dalam hukum perdata

Keunggulan PT :

  • Adanya pembatasan tanggung jawab atas utang utang perusahaan
  • Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin
  • Pemilikan saham dapat terjangkau oleh lapisan masyarakat kecil
  • Saham mudah diperjual belikan
  • Mudah menarik modal dari masyarakat

Kelemahan PT :

  • Biaya pendirian relatif tinggi
  • Harus mengadakan laporan pajak kepada pemerintah
  • Tidak ada alat yang efektif untuk melindungi kepentingan pemegang saham
  • Perlunya izin khusus untuk membuka usaha tertentu

Cēterīs pāribus

Cēterīs pāribus adalah istilah dalam bahasa Latin, yang secara harafiah dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “dengan hal-hal lainnya tetap sama“, dan dalam bahasa Inggris biasanya diterjemahkan sebagai “all other things being equal.”

Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus seringkali digunakan, yaitu sebagai suatu asumsi¹ untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi.

Sebagai contoh, dapatlah dikatakan bahwa:

Harga dari daging sapi akan meningkat — ceteris paribus — bila kuantitas daging sapi yang diminta oleh pembeli juga meningkat.

Dalam contoh tersebut, penggunaan ceteris paribus adalah untuk menyatakan hubungan operasional antara harga dan kuantitas suatu barang (daging sapi). Ceteris paribus di sini berarti bahwa asumsi yang diambil ialah mengabaikan berbagai faktor yang diketahui dan yang tidak diketahui yang dapat memengaruhi hubungan antara harga dan kuantitas permintaan. Faktor-faktor tersebut misalnya termasuk: harga barang substitusi (misalnya harga daging ayam atau daging kambing), tingkat penghindaran risiko para pembeli (misalnya ketakutan pada penyakit sapi gila), atau adanya tingkat permintaan keseluruhan terhadap suatu barang tanpa memperhatikan tingkat harganya (misalnya perpindahan masyarakat kepada vegetarianisme).

Ceteris Paribus bisa digunakan dalam penentuan kebijakan yang akan diambil untuk berbagai masalah ekonomi. Karena dengan asumsi ini kita bisa lebih fokus dengan kepada pemecahan masalah yang diharapkan.

Tapi, disamping keuntungan yang bisa kita peroleh dari Ceteris Paribus, asumsi ini juga memiliki kelemahan yang sangat fatal. Hal itu dikarenakan asumsi ini hanya berfokus pada satu variabel dan menganggap variabel lainnya akan mengikuti pada variabel yang kita tentukan sebelumnya. Padahal pada kenyataannya variabel lain tersebut belum pasti sama dengan variabel yang kita tentukan sebelumnya. Sehingga akan selalu muncul masalah lain ketika kita kita telah selesai dengan masalah yang satu.

Ket : ¹ = Dugaan yang dianggap benar untuk sementara, sebelum ada kepastian.

Sumber artikel :

http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha

http://syadiashare.com/jenis-badan-usaha-dan-kegiatan-ekonomi-di-indonesia.html

http://www.slideshare.net/mangabdul/badan-usaha-milik-negara

http://www.mitra-kerja.com/showthread.php/3313-Pengertian-Jenis-dan-Manfaat-Badan-Usaha-Milik-Negara-atau-BUMN

http://jasaonline.com/index.php/Newsflashes/Newsflash/Mengenal-Jenis-Jenis-Badan-Usaha/Page-2.html

http://www.wealthindonesia.com/bisnis/mengenal-bentuk-bentuk-badan-usaha-di-indonesia.html

http://www.slideshare.net/mangabdul/badan-usaha-milik-swasta

http://media-amran.blogspot.com/2011/02/badan-usaha-milik-swasta-dan-negara.html

http://www.kasmadi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20:pengelolaan-badan-usaha&catid=25:ekonomi&Itemid=37

http://id.wikipedia.org/wiki/Ceteris_paribus

http://upkfe.web.id/2011/03/03/ceteris-paribus/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: